Cerita hot

Perselingkuhanku Di Hotel

Cerita hot – Pas di umur pernikahanku yang ke 12 th. saya menghianati suamiku, serta bukanlah dengan orang lainnya tetapi dengan orang tempat tinggal juga. Walau dia tak ada jalinan darah dengan keluarga suamiku namun dia tinggal dirumah besar ini dapat. Namanya mas Soni dia adalah sopir keluarga, sehari-hari kerjanya mengantar orang tempat tinggal ke kantor serta kembali pada ke tempat tinggal hingga tenaganya di perlukan.
Oleh karenanya mas Soni senantiasa ada dirumah sehari-hari, lantaran saya senantiasa repot dengan arisan serta acara kumpul-kumpul dengan beberapa rekanku pada akhirnya mas Soni yang kerap mengantarku. Semula saya tertarik kepadanya saat saya minta dia untuk masuk dalam ruang tempat kami membuat acara, waktu ini dia membawakan barang yang bakal saya bawa.
Namun didalam semuanya pada ramai katakan “Aduuh jeng Delia suaminya cakep banget jeng.. ” Saya kaget serta akan mengklarifikasi namun saat semuanya berkata seperti ini pada akhirnya akupun cuma tersenyum saja “Mas bisa kenalan tak..? ” Kata jeng Vika pada mas Soni serta saya saksikan mas Soni demikian tersipu malu dibuatnya serta saat saya memandangnya dengan cermat dia memanglah demikian cakep serta gagah.
Mulai sejak hari ini saya senantiasa memerhatikan mas Soni bahkan juga saya seperti wanita yang kesepian, yang haus bakal adegan narasi seks. Walau sebenarnya kehidupan sex dengan suamiku masih tetap sama dengan dahulu, namun belakangan ini saya kerap melamunkan mas Soni bahkan juga sering saya memikirkan lakukan adegan narasi hot dengannya. Saya betul-betul terhipnotis pada mas Soni.
Lama kelamaan akupun tak dapat membendungnya semua langkah saya cobalah untuk ambil hatinya “Mas Soni beli saja buat keluarganya…” Kataku sambil tersenyum saat kami tengah ada di suatu toko baju di satu diantara mal “Saya belum juga menikah bu…” Wiihhh mendengar dia berkata seperti ini akupun jadi lebih suka sekali lagi pada akhirnya akupun membelikannya pakaian yang cocok untuk dia.
Untuk memperlancar aksiku saya bukan hanya membelikannya pakaian namun juga kerap sharing suatu hal yang tidak utama kepadanya, hingga pada akhirnya kamipun jadi demikian dekat namun lalu saya sadar bila saya mesti berlaku lumrah dimuka mereka semuanya. Lantaran sempat sekali saat saya melalui dapur dengan cara tak berniat saya mendengar Lilis pembantuku yang genit.
Berkata seperti itu pada mas Soni “Mas Soni kok deket sama bu Delia.. janganlah ada apa-apa ya.. ” Soni segera menjawab “LIs.. anda itu apa sich.. janganlah fitnah gitu lho” Kata mas Soni geram serta mbok Sinah pembantuku yang lainnya berkata “Huuss.. anda tuch LIs.. awas kedengaran majikan di pecat anda.. ” LIlis manggut-manggut sembari manyun “Ya.. iya Lilis kan hanya bercanda.. ”.
Lantaran saya merubah sikapku pada Soni dimuka mereka pada akhirnya merekapun tak sempat mencurigai saya sukai pada mas Soni. Hingga disuatu saat saya tengah ada acara diluar kota serta mesti bermalam sesudah saya pamit pada suamiku dia mengambil keputusan untuk menyuruhku membawa sopir sendiri serta Soni jadi pilihannya untuk mengantarku saya suka mendengarnya.
Dengan penuh semangat akupun pergi dengan Soni, sesudah lakukan perjalan sepanjang kurang dari 6 jam kamipun hingga. Saya istirahat di hotel tempat saya bermalam saya beda kamar dengan Soni, namun sesudah terbangun dari tidur istirahatku akupun selekasnya mandi serta keluar pesan makanan ke kamar hotel sekalian memperlancar aksiku untuk berdua dengan mas Soni saya berniat pesan untuk dua orang.
Sesudah saya telpon dia untuk datang ke kamarku, diapun datang serta memakan makanan yang sudah saya pesan. Kemudian kami mengobrol berdua hingga pada akhirnya saya bisa bikin gairah mas Soni bangkit, saat saya mendekatkan badanku kepadanya diapun segera agresif dengan memelukku lalu mecium bibirku kamipun sama-sama pagut dengan mesra serta gairah kami berdua keduanya sama mencapai puncak.
Tanganku melingkar di lehernya “Aaaaggggggghhh… aaaaagggghhhh… aaaaggghhhh… aaaggghhh.. ” Saya coba mendesah pas di telinganya sampai diapun makin terangsang “Ooouugggggghh… maaaas… aaaggggghhh…. aaaaaggghhhhh… eeeeuuummmmmhhhppppp….. aaaaggggghhhhh…” Desahku tanpa ada mempedulikan apa pun sekali lagi saya demikian menikmatinya.
Sampai tak merasa saat ini badanku telah dalam kondisi telanjang serta mas Soni telah menindihku “Aku masukin ya sayaaang…. eeeehhhhhggggg…” Dia masih tetap ajukan pertanyaan lirih padaku “Iyaaaa maaas.. ayyoooo… aaaaggggghhhh…. aaaaggghhhh… aaaaaaggggghhh… aaaaagggghhhh.. ” Kataku sambil segera mendesah demikian dia bergoyang diatas badanku yang telah menggeliat.
Seperti pemain dalam adegan narasi hot kami selalu berburu “OOouuuuggggghhh… aaaagggghh… aaagggghhh… maaaaas… aaagggghhhh… aaaaagggghhhh… aaaagggghhh.. ” Diapun keduanya sama nikmati adegan sex itu, di lebih saya makin hot turut menggoyangkan badanku juga lantaran benar kata beberapa rekanku lakukan jalinan intim dengan selingkuhan lebih nikmat terasa.
Selang beberapa saat kamipun keduanya sama mendesah serta mengerang dengan kerasnya “OOouuuggggghhhh…. aaaaaaggggghh… aaaaagggghhh… aaaaghh.. sa.. saaayaaang… aaagggh… aaaaagggggghhhhh…” Kamipun berdua keduanya sama terpuaskan berkali-kali mas Soni menciumku serta akupun suka dia lakukan hal semacam itu saat ini badan kami telah basah bersimbah keringat.
Benar-benar saya demikian senang lakukan adegan narasi seks itu dengan mas Soni, sepanjang 3 hari kami melakaukan hal semacam itu. Walau masih tetap merasa kurang namun pada akhirnya mas Soni membawau pulang dia katakan takut ada yang curuga dengan jalinan kami. Dia memintaku untuk merahasiakan hal semacam ini serta dia berjanji bakal senantiasa ada untukku serta hingga detik itu kami masih tetap terkait dengan cara backstreet.