cerita hot

Masturbasi Berdua Satu Ruangan

Disini aku ingin bercerita atas pengalamanku yang benar benar tak di rencanakan, tapi bagus untuk di simak oleh pembaca cerita sex, ceritanya begini, sebelum aku mempunyai anak , aku sering pergi kesalon langgananku untuk luluran pedicure menicur gitu, tapi setelah mempunyai momongan aku susah untuk pergi pergi soalnya anakku masih dalam posisi suka netek.

Maka aku putuskan untuk minta di lulur di rumah saja. Sebab aku udah kenal dan juga pemilik salon langgana aku itu suka belanja di toko aku maka tak susah untuk minta karyawannya ke rumah aku untuk melulur saya.

Setelah janjian maka besoknya karyawan salon tersebut datang kerumah pada pukul 3 sore, sengaja aku minta jam segitu sebab anak anak biasanya tidur siang, jadi lebih leluasa. Selanjutnya mulailah aku di lulur.

Aku membuka pakaian saya, biasanya kalau di salon waktu dilulur kita hanya menggunakan celana dalam saja, tetapi sebab dirumah maka aku putuskan untuk membuka semua pakaian saya. Waktu aku bilang sama yang melulur aku dijawabnya terserah aku ajah. Oh iya aku belum cerita tentang pegawai salon tersebut yah, namanya mbak Farah, usianya sekitar 29 tahun, dan ia janda juga sama seperti aku (kebanyakan anak salon janda kok).

Baca Juga: Janda Montok Goda Ayah Kost

Biasanya kalau disalon emang ia atau temennya yang ngelulur saya. Jadi kami udah cukup akrab, maklum dalam satu sesi luluran, facial dan menikur bisa makan waktu 3-4 jam, bahkan bisa lebih sih. Selanjutnya mbak Farah mulai melulur badan saya, mulai dari punggung saya.

Mmmh emang enak juga sih di lulurin sambil sekalian mijitin, rasanya hilang pegal pegal saya. Emang akhir akhir ini badan aku agak cape, sebab anak-anak aku makin nakal ajah terutama yang besar.

Setelah selesai dengan punggung, selanjutnya mbak Farah melulur tangan dan kaki saya. Setelah itu aku berbalik telentang sebab selanjutnya badan aku yang akan di lulur.

Pertama-tama seperti biasanya mbak Farah melulur bagian atas badan saya, mulai dari leher, terus turun ke dada. MMmmhh enak juga sih, toket aku pun kena bagian selanjutnya untuk di lulur. Sembil melakukan pekerjaannya kami juga saling bercerita, di bilang bahwa toket aku masih kencang ga seperti ia udah kendor.

Aku lirik ke dianya, terus bilang ,ahh ga juga tuh mbak, kayaknya masih kencang kok. Ia bilang ini kan sebab BH nya ajah yang bikin kencang. Ah mungkin juga kok, lagian emang aku masih netek-in sih jadi toket aku emang montok.

Oh iyah, anak mbak Farah juga 2 tetapi udah gede, sekitar 6 th dan 3 th. Jadi udah ga netek-in lagi, jadi mungkin ajah udah sedikit kendor kali. Tangan mbak Farah mulai melulur toket aku (bukan pentilnya loh, tetapi seputarannya).

Ohhh enak juga sih di elus-elus toket saya. MMhhh jadi gimanaaaa gitu, jadi agak horny juga. Heran sih biasanya kalau di salon ga ada rasa gitu deh. Mungkin sebab ini di rumah dan aku telanjang bulat. Aku liat mbak Farah pun agak canggung, ga seperti biasanya.

Selanjutnya perut aku yang dilulur, emang agak banyak bintik hitam sih, habis pas hamil kemarin gatel dan suka aku garuk walau pun ga bergaris tetapi masih agak bintik2 gitu.

Ihhh geli juga tuh, dan ohhh aku jadi terangsang. Habis geli geli enak sih. Pembicaraan kami sih masih terus, dan akhirnya pembicaraan kami sampai pada bagian yang pribadi dari saya. Aku emang selalu mencukur bersih bulu pada kemaluan aku sehingga polos total. Habis rasanya emang lebih bersih deh, sebab kalau pipis ga ada sisa pipis yang tertinggal di bulu2nya, jadi ga bau.

Lagian rasanya lebih dingin kalau polos. Ia mungkin baru pertama liat yang polos seperti saya, habis di salon kan kalau lulur pake celana dalem. Ia tanya seputaran itu ingin di lulur juga ga, aku bilang kalau ingin ngelulurin sih boleh.

Ahhh aku udah merem ajah habis tangan mbak Farah udah melulur bagian atas kemaluan saya. Ohhhh aku mulai merasa terangsang, dan badan aku makin sensitif. Rasa geli makin menyerang, terutama sekitar pinggang dan pangkal paha saya.

Sebab semakin geli (akibat terangsang mungkin), maka badan aku menggelinjang dan pantat aku mulai susah untuk diam. Mbak Farah bilang, kalau ga diam gimana ingin ngelulurin, terus aku bilang, gimana ingin diam habis geli sih. Yeee, terus gimana, katanya lagi.

MMhhhhh ahhh aku juga bingung sih, habis terangsang juga. Selagi masih terangsang gini ya pasti susah diem, sedikit senggolan ajah udah gelinya minta ampuuunn, Ohhh akhirnya aku punya ide, aku bilang ke mbak Farah, mbak gimana kalau aku lepasin dulu deh, di bilang lepasin apa?. Terus aku suruh dianya berenti ngelulur dulu.

Aku buka laci di samping tempat tidur aku dan aku ambil vibrator aku yang emang aku simpan di situ. Ohhh nafsu aku makin tinggi sih, terus mbak Farah tanya itu alat apa, ya aku bilang masak ga tau sih mbak.

Aku bilang kalau mbak ingin nonton tipi silahkan dulu deh, habis ga enak juga sih rasanya ngelepas depan dia, sapa tau ia sungkan. Tetapi ia bilang ga apa apa kok, untuk mengatasi rasa malu, aku tanya ke ia masalah mengatasi kebutuhan biologis, kan ia janda juga. Ia bilang kalau ia punya pacar, jadi ya main ama pacar dong (biasa sih anak salon).

Sambil bercakap-cakap jari aku mulai menggosok-gosok kemaluan saya, ohhh rasa geli-geli yang menyebar mulai mengumpul di seputaran kemaluan saya, dan rasa nikmat makin tinggi. Oohhhhh enaakk. Aku terus menggosok-gosok, dan jari aku mulai membelah bibir kemaluan aku untuk mencari klitoris saya.

Mata aku memejam merasakan kenikmatan yang datang. Kami sama-sama diam sebab aku juga udah mulai melayang-layang akibat nikmat dari klitoris yang aku gosok-gosok itu. Kemudian aku buka mata saya, aku lihat mbak Farah memperhatikan apa yang aku lakukan, sepertinya ia mulai terbawa juga sih, habis dianya juga ikut diem.

Ia tanya saya, Jen, kamu melakukan onani yah. Ahhh rupanya baru sadar dianya kalau aku masturbasi, aku jawab, iyah mbak, biar ga geli, habis tadi aku terangsang jadi semua badan aku geli, makanya kalau mbak ingin keluar nonton ga apa apa.

Tetapi ia diam ajah, ahhh aku juga ga peduli habis enak makin meningkat. Ohhhh….jari-jari tangan kanan aku mulai menggosok-gosok sambil menekan-nekan klitoris saya, dan tangan kiri aku meremas-remas toket saya.

Aku lirik mbak Farah, yang semkin gelisah. Kayaknya ia terangsang juga.Mmmmhhh aku heran juga kok bisa yah, kan kami sama-sama wanita, dan ga lesbi. Terus aku bilang, mbak pernah ga masturbasi, ia menggeleng. Enak loh mbak, kalau ingin coba deh. Aku tau ia juga udah terangsang tinggi melihat saya, dari matanya keliatan.

Akirnya aku bilang, buka aja mbak bajunya biar enak, ehhh ia menurut. Ia mulai melepaskan kaos yang dipakainya, kemudian celana panjangnya hingga tinggal BH dan celana dalam. Rangsangan yang aku rasakan semakin tinggi, hingga aku pikir udah saatnya vibrator aku pakai.

Ahhhhh…… vibrator kemudian aku hidupkan dan aku tempelkan ke klitoris saya. Ohhhhhh nikmatnya, aku udah ga perhatian lagi sama mbak Farah. Nikmat aku makin tinggi, ahhhh…ahhhhh, akhirnya desah aku ga dapat aku tahan lagi, mata aku udah meram sepenuhnya merasakan nikmat yang ada. Ooohhhhhh tuhaaan nikmat sekali.

Nafas aku semakin cepat, ahhhhh…ahhhhh……aku tau orgasme aku ga lama lagi akan datang. Pantat aku terangkat, mengejar vibrator yang semakin aku tekan ke klitoris saya, tangan aku sebelah lagi menusukkan 2 jari ke dalam memek saya. Ahhhhh denyutannya makin terasa. Seiring dengan makin cepatnya denyutan memek saya, makaa akhirnyaa orgasme aku datang dengan sangat intens.

Ohhhhhh….. aku menjerit kecil ketika orgasme itu datang, aku juga ga sadar bagaimana penampilan aku (kata orang cewek kalau orgasme jelek, apa iyaa). Ohhhhh nikmaattttt sekali, aku lupa kalau ada mbak Farah di sini. Emang kalau udah gini aku ga ingat apa-apa, cuma rasa nikmat yang ada. Ahhhhh…..2 jari tangan kanan aku masih menusuk-nusuk memek aku sambil berputar-putar.

Paha aku menjepit tetapi vibrator makin aku tekan ke klitoris saya, ohhhhh nikmatnyaaa. Ahhh aku tau orgasme kedua akan segera datang. Aku tak sanggup lagi menahan jeritan sebab orgasme ke dua ini lebih dahsyat, akhirnya aku menjerit panjang, aaaaahhhhhhhhhh.

Ohhh akhirnya, lewat juga. Ohhh kesadaran aku udah sedikit pulih, maka segera aku angkat vibrator dan jari-jari aku dari kemaluan saya, sambil menyilangkan paha aku hingga memek aku terjepit. Ohhhhh aku berusaha menurunkan rangsangan dengan cara membalikkan badan kesamping.

Ahhhhh…… akhirnya denyutan memek aku berkurang, hingga orgasme-orgasme selanjutnya ga susul menyusul. Akhirnya selesai juga terpaan orgasme dan kesadaran aku pulih, walaupun nafas aku masih memburu. Aku liat ternyata mbak Farah juga udah memejamkan mata, sambil menggosok-gosok kemaluannya juga, masih dari luar celana dalamnya.

Terus aku bilang kedia agar baringan ajah dan agar BH dan celana dalamnya di buka saja. Di menurut. Di bukanya BH dan celana dalamnya, maka terlihatlah toket dan kemaluannya. Emang sih toketnya udah turun kalau tak memakai BH, terus bulu kemaluannya cukup lebat, ia lalu tersenyum ke aku dan bilang, punya aku lebat, ga di cukur kayak kamu.

Aku sih tersenyum ajah. Aku bilang ke dia, terusin aja deh, tar sayanya bisa diam mbak yang ga bisa sambil ketawa. Mmmhhh tetapi ia emang ga niat berenti sih. Aku liat tangannya mulai meniru aku tadi yaitu menggosok-gosok klitorisnya. Sebab kemaluannya berbulu, maka ia agak susah juga mengosok klitorisnya sebab terhalang.

Tetapi sebab itu punya ia tetap ajah bisa. Aku liat ia juga udah melayang-malayang, dengan mata memejam. Nafasnya juga makin memburu. Ohhh… pasti sekarang ia udah nikmat, aku yakin sekali. Terus ia membuka matanya, dengan nafas yang memburu di bilang, Jen, boleh ga aku pinjam alat kamu tadi. Kemudian aku ulurkan tangan kiri aku yang memegang vibrator itu ke dianya.

Aku bilang, biar tambah enak mbak masukin jari mbak, jadi denyutan di dalam makin terasa. Ohhhh iyahh, katanya. Mmmmmm,…. kayaknya ia udah ingin dapet orgasmenya, keliatan dari makin kencangnya goyangan pantatnya mengikuti irama tusukan jari ke memeknya. Ahhhhh…. aku liat ia menahan nafasnya dan makin meringis hingga mata dan hidungnya berkerut.

Ohhhh…. ia menjerit dan aku lihat badannya kejang-kejang dengan paha di buka lebar lebar. Pantatnya terangkat, perutnya mengejang seperti mengejan sesuatu, ahhhh ia mendapatkannya. Ohhhh… baru pertama ini aku melihat langsung wanita mendapatkan orgasme, dalam hati aku ketawa, emang sih jelek. Gimana ga, badan mengejang, wajah meringis hingga berkerut, mulut menjerit tertahan, dan seperti mengejan sesuatu yang berat (seperti ingin beol, kali aku juga gitu yah).

Ohhhh tetapi siapa yang peduli sebab nikmatnya yang luar biasa. Ahhh setelah mendapatkannya, kaki mbak Farah langsung melemas, demikian juga kedua tangannya. Nafasnya tinggal satu-satu, dengan mata masih merem. Ohhh,…. sebenarnya aku juga seperti itu tangan dan kaki aku masih lemes walaupun masih menyilang menjepit memek saya(biar ga datang orgasme susulan sih, hihihi).

Setelah berdiam sekitaran 10 menit, akhirnya mbak Farah membuka matanya, dan duduk. Sedangkan aku masih berbaring. Sambil tersenyum ia bilang, ihhhh enak yah, sama pacar aku ajah jarang sekali sampe gini. Aku sih ketawa-tawa ajah, terus bilang sebenarnya kalau cowoknya kuat dan jago mainnya bisa lebih kok, tetapi kalau ingin pasti nikmatnya yah mending gini ajah sebab sama cowok bisa lebih atau ga sama sekali .

Dianya pun ketawa, puas banget kayaknya sih, aku juga. Rasa geli juga udah menghilang, kayaknya kami harus segera melajutkan kegiatan lulur melulur deh, sambil senyum-senyum mbak Farah melanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi. Dengan masih telanjang ia melanjutkan melulur badan saya. Sebab udah orgasme maka gelinya tak begitu terasa lagi, walaupun waktu mbak Farah melulur seputaran kemaluan aku dan pangkal paha saya.

Kemudian timbul iseng dalam benak aku untuk membuat poto-poto dari kegiatan lulur melulur ini, langsung aku bilang, mbak bikinin poto aku lagi di lulur dong, kata aku sambil menyerahkan HP aku agar dianya bisa moto saya. Dijawabnya, kamu aja yang di poto ya, aku ga mau. Iya, dalam hati aku sekedar kenangan melihat langsung cewek orgasme, Lucu juga sih.

Kayaknya aku lebih jelek deh kalau pas dapet orgasme, habis lebih ganas orgasmenya, bisa berkali kali. Kalau mbak Farah yang sekali ajah lemes jelek, apalagi aku yang berkali-kali orgasme, pasti makin jelek yah.

Setelah luluran selesai mbak Farah bilang ia ingin mandi dulu, aku bilang duluan deh, sekalian cuci semua tuh, hihihihihi. Ahhh udah yah, nanti aku posting deh dokumentasinya, tetapi dikit ajah. Malu kalau semuanya, hihihihihi.

Related Post

Meraba Bagian Sensitif Tubuh Pasanganku Di Dalam K... Cerita ini berawal pada saat aku masih di kuliah di Universitas M, kota X.Pada saat itu, aku masih jomblo karena memang sejak dari SMP aku ga pernah b...
MELEPAS ! Dulu aku ada jatuh cinta dengan sorang awek ni, sayang gile dekat dia. Aku refer nama dia kat sini as LIN. One thing, dia ni suka pulak kat mamat lain...
Pengalaman Anak Kampus Namaku Fikri (22) aku adalah seorang mahasiswa disalah satu perguruan tinggi dijakarta, siang itu aku dan kawan-kaanku sedang nongkrong dekat kantin u...
Bersetubuh dengan Teman SMA Nаmаku Remon, biаѕа diраnggil Remon. Sааt ini аku kuliаh di ѕаlаh ѕаtu Univеrѕitаѕ di Semarang. Kiѕаh уаng аku сеritаkаn ini аdаlаh kiѕаh nуаtа уаng t...
Kutaklukan Wanita Berambut Panjang Kutaklukan Wanita Berambut Panjang itu | Sebut saja aku Anto, usiaku saat ini sudah berkepala empat menjelang lima, sudah berkeluarga dengan anak dua....
Adik Ipar Lebih Bervariasi Andry (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pria berumur 35 tahun dan telah berkeluarga, istri saya seumur dengan saya dan kami telah dikarunia 2 ora...